Bima Sakti Ingin Piala AFF U-16 Digelar di Sidoarjo

Indonesia dipastikan akan kembali menjadi tuan rumah Piala AFF U-16 2020. Pelatih timnas U-16 Bima Sakti ingin ajang dua tahunan tersebut kembali diselenggarakan di kota Sidoarjo. Sampai saat ini, PSSI masih belum menentukan venue pasti Piala AFF u-16

 Namun, melihat sejarah dan antusiasme suporter di Jawa Timur, Bima Sakti ingin Stadion Gelora Delta Sidoarjo bisa kembali ditunjuk sebagai tuan rumah.

“Saya minta, rencananya, Piala AFF tuan rumahnya juga di Sidoarjo, karena disini (Sidoarjo,red) sudah menjadi rumah kedua. Sejarah disini kemarin pak Indra Sjafri bisa juara, coach Fakhri (Husaini) kemarin u-16 juga juara,” kata Bima seusai timnya menang 5-1 dalam laga uji coba melawan PSBK Blitar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo (23/1/2020) dilansir dari situs baca berita https://www.bolanusantara.com/.

“Mudah-mudahan bisa jadi aura baik buat Timnas U-16.”

Sidoarjo memang sudah dua kali menjadi saksi gelar juara yang diraih timnas Indonesia. Pertama adalah ketika timnas U-19 Indra Sjafri juara Piala AFF U-19 2013. Kedua, adalah saat timnas U-16 asuhan Fakhri Husaini menyabet gelar juara Piala AFF U-16 2018.

Bermain di Sidoarjo tampaknya memang membawa aura positif bagi timnas Indonesia. Aura positif itupun dirasakan Bima saat melakoni laga ujicoba melawan PSBK.

Meski suporter yang hadir tak banyak, tapi mereka tak henti memberi dukungan sepanjang 2×35 menit. Bahkan, di akhir pertandingan, puluhan suporter itu memberikan ucapan selamat ulang tahun bagi Bima.

“Kejutan ya, jadi motivasi buat saya pribadi dan tim, artinya kami jauh-jauh TC di sidoarjo ternyata dukungan penonton sangat luar biasa. Ini sebagai adaptasi kami juga untuk (Piala AFF,red) nanti di bulan Agustus,” kata Bima.

Timnas u-16 rencananya bakal menjalani TC di Sidoarjo sampai 29 Januari 2020. Di tanggal tersebut, sebagai penutup TC di Sidoarjo, Marcelino Ferdinan cs akan kembali beruji coba melawan tim lokal Jawa Timur.

TC di Sidoarjo, Timnas U-16 Fokus Pembenahan Fisik

Pelatih anyar timnas Indonesia, Shin Tae-yong pernah menyebut jika masalah terbesar para pemain Indonesia adalah fisik. Bima Sakti, pelatih timnas u-16 pun menyadari hal tersebut. Saat pertama kali ditunjuk menjadi pelatih Indonesia Desember 2019 lalu, dalam sebuah wawancara, Shin Tae-yong menganggap para pemain Indonesia sering kehabisan stamina.

Terutama ketika babak kedua sudah memasuki menit ke-70. Tak heran, Shin Tae-yong langsung memberikan menu latihan fisik yang cukup berat ketika memimpin pemusatan latihan timnas U-19 di Thailand sejak 13 Januari 2020 lalu. Menu latihan endurance dengan dan tanpa bola kerap kali dilakukan.

Bima juga tak menyanggah masalah tersebut. Ia pun menjadikan fisik sebagai salah satu fokus dalam TC di Sidoarjo pada 17-29 Januari mendatang.

“Memang itu jadi fokus utama kami, walaupun untuk usia 16 saya pikir latihan fisiknya juga berbeda dengan 19 dan juga senior,” kata Bima.

eski begitu, Bima mengaku, belum melakukan banyak perubahan soal menu latihan fisik yang diberikan. Sebab, pelatih 44 tahun itu juga belum berdiskusi dan melihat secara langsung dengan Shin Tae-yong.

“Belum. Kami masih sesuai dengan apa yang kami lakukan selama ini. Kami ada tim pelatih fisik sudah mengatur sedemikian rupa, dan mungkin kami akan minta masukan juga dari Shin Tae-yong apa yang kurang.”

“Kami diberi kesempatan oleh coach Shin Tae-yong, suatu saat, untuk melihat bagaimana latihan mereka. Dan mereka juga turun kebawah untuk memberi informasi positif bagi kami,” kata pelatih kelahiran Balikpapan itu.

Timnas U-16 saat ini tengah bersiap untuk ajang Piala AFF U-16 pada bulan Agustus. Kebetulan, Indonesia kembali ditunjuk sebagai tuan rumah dalam ajang dua tahunan itu. Setelah Piala AFF, timnas U-16 juga akan tampil dalam Piala AFC U-16 di Bahrain pada bulan September.